Jumat, 23 Januari 2015

KONTRUKSI SOSIAL TEKNOLOGI MEDIA BARU (TWITTER)



Twitter adalah layanan jejaring sosial dan mikroblog daring yang memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan berbasis teks hingga 140 karakter, yang dikenal dengan sebutan kicauan (tweet). Twitter didirikan pada bulan Maret 2006 oleh Jack Dorsey, dan situs jejaring sosialnya diluncurkan pada bulan Juli. Sejak diluncurkan, Twitter telah menjadi salah satu dari sepuluh situs yang paling sering dikunjungi di Internet, dan dijuluki dengan “pesan singkat dari internet”. Di Twitter, pengguna tak terdaftar hanya bisa membaca kicauan, sedangkan pengguna terdaftar bisa memosting kicauan melalui antarmuka situs web, pesan singkat (SMS), atau melalui berbagai aplikasi untuk perangkat seluler.
Berdasarkan data versi situs Sycomos, pengguna Twitter dari negara-negara asia mencapai 7.74% dari total pengguna Twitter di berbagai belahan dunia. Peringkat pertama pengguna Twitter di Asia diduduki oleh Indonesia dengan 2.34%, diikuti Jepang 1.47% dan India 0.97%.Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengungkapkan pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 63 juta orang.Dari angka tersebut, 95 persennya menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial.Direktur Pelayanan Informasi Internasional  Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Selamatta Sembiring mengatakan,  situs jejaring sosial yang paling banyak diakses adalah Facebook dan Twitter. Indonesia menempati peringkat 4 pengguna Facebook terbesar setelah USA, Brazil, dan India.Menurut Sembiring, di era globalisasi, perkembangan telekomunikasi dan informatika (IT) sudah begitu pesat. Teknologi membuat jarak tak lagi jadi masalah dalam berkomunikasi.Internet tentu saja menjadi salah satu medianya.“Indonesia menempati peringkat 5 pengguna Twitter terbesar di dunia.Posisi Indonesia hanya kalah dari USA, Brazil, Jepang dan Inggris,” ujarnya.
Menurut data dari Webershandwick, perusahaan public relations dan pemberi layanan jasa komunikasi, untuk wilayah Indonesia ada sekitar 65 juta pengguna Facebook aktif. Sebanyak 33 juta pengguna aktif per harinya, 55 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile dalam pengaksesannya per bulan dan sekitar 28 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile per harinyaPengguna Twitter, berdasarkan data PT Bakrie Telecom, memiliki 19,5 juta pengguna di Indonesia dari total 500 juta pengguna global. Twitter menjadi salah satu jejaring sosial paling besar di dunia sehingga mampu meraup keuntungan mencapai USD 145 juta.Kebanyakan pengguna Twitter di Indonesia adalah konsumen, yaitu yang tidak memiliki Blog atau tidak pernah mengupload video di Youtube namun sering update status di Twitter dan Facebook. (sumber :http://kominfo.go.id)         
Penelitian tentang media sosial (khususnya di Indonesia) belum banyak dilakukan.Ini karena media sosial adalah dampak perkembangan internet.Media sosial begitu pentingnya dalam kehidupan masyarakat di era internet sekarang.Tidak saja media sosial membuat kita manusia sangat transparan dalam berkomunikasi, tetapi aktivitas manusia dengan mudah dapat diketahui oleh orang lain, bahkan diketahui seluruh dunia. Misalnya saja ketika kita menuliskan status kita di Facebook atau nge-tweet  melalui Twitter.
Kajian yang pernah dilakukan oleh Erik Qualman dalamSocialnomics How Social Media Transforms The Way We Live and Do Business (2010) bisa dijadikan acuan awal. Ia pernah meneliti tentang dampak FB dan Twitter bagi kepribadian seseorang. Qualman pernah mengungkapkan dua dampak dari media sosial, yakni preventative behavior dan braggadocian behavior.
·                    Preventative behavior  diumpamakan dengan “live your life as if your mother is watching”. Kalimat itu menunjuk pada orang yang selalu update status di media sosial (FB dan twitter). Orang yang masuk dalam tipe ini adalah individu yang selalu berhati-hati dalam mempost status, mengupload  gambar, atau nge-tweet.Itu disebabkan karena apa yang dilakukannya dapat diketahui oleh orang lain dan dapat memengaruhi citra mereka. Mereka yang termasuk kelompok ini biasanya berpikir ulang untuk melakukan hal-hal yang berhubungan dengan media sosial karena seluruh dunia memperhatikan (termasuk mungkin ibu mereka yang sebenarnya).
·                    Braggadocian behavior  jika ditinjau secara bahasa berasal dari kata braggart  (pembual atau penyombong). Tipe orang dengan perilaku itu sangat sering update  status atau nge-tweet  sangat sering. Orang tersebut berusaha memberitahukan bahwa dirinya sedang melakukan sesuatu yang dianggap keren. Bahkan biasanya, orang-orang ini juga sering meng-upload  foto mereka dengan gaya narsis di tempat-tempat yang menurut mereka layak untuk diketahui orang lain. Mereka beranggapan dengan cara seperti itu, mereka akan dianggap eksis.
Lebih lanjut Qualman berpendapat bahwa dengan adanya media sosial, seseorang tidak dapat lagi berpura-pura menjadi orang lain dan memiliki kepribadian berbeda di tempat berbeda. Status-status dan tweet-tweet yang ada akan menunjukkan siapa dirinya sebenarnya. Apa yang pernah diteliti oleh Qualman itu bisa menggambarkan tentang kondisi masyarakat di Indonesia. Media sosial telah “menelanjangi” seseorang di depan orang lain. Artinya, tidak ada yang bisa ditutup-tutupi individu ketika ia sudah masuk dalam wilayah media sosial. Ia bisa jadi termasuk orang yang pemarah jika dilihat dari status yang ditulis di media sosial. Qualman bisa jadi lupa, bahwa media sosial juga bisa membuat seseorang menjadi pembohong.Ia bisa mengatakan dalam status FB-nya, “kangen anak -anak” saat keluar kota, padahal ia sedang pacaran dengan mantan pacarnya dahulu.Kajian Qualman di atas tentu tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di Indonesia. Bahwa media sosial telah memengaruhi perilaku individu memang benar, tetapi konteks keIndonesiaan jelas akan ikut mewarnai perubahan dampak media sosial itu. Perubahan proses penyampaian pesan akibat sosial media menjadi bahasan yang tak kalah menariknya untuk dikaji. Fenomena di Indonesia juga bisa dijadikan contoh. Berapa banyak kasus-kasus yang diungkap, dipercepat penyelesaiannya, undangan simpati dibangun melalui  jejaring sosial?

HASIL ANALISA
1.                  Fenomena paling menarik adalah account @triomacan2000. Account dengan nama Ade Ayu S, ini sampai hari ini (28/09/2012, pukul 05.42) punya 140.70 follower dan sudah membuat twit sebanyak 190 ribu lebih. Padahal umur account tersebut baru 1,5 tahun.Dengan data tersebut, secara logika tidak mungkin pembuat account tersebut hanya main-main. Dipastikan ada agenda yang ingin disampaikan. Dari hitungan kalkulasi kami, account yang dibuat pada tanggal 1 April ini tiap bulan rata-rata melakukan twit sebanyak sebanyak 10.555. Sedangkan jika diukur dengan harian harian, sehari bisa melakukan 361 twit. Sedangkan tiap jam rata-rata 14 twit. Sebuah angka yang luar biasa jika account tersebut tidak bertujuan tertentu.Dalam boi-nya, @triomacan2000 menyebut sebagai akun “provokator untuk kejujuran, perangi korupsi dan kemunafikan. untuk pencerahan anak bangsa yang merdeka.” Namun bernarkan begitu. Pasalnya beberapa tiwtnya, seakan-akan menjali pelindung golongan atau orang-orang tertentu.
2.                  Pada penelitian lain penulis juga mewawancarai beberapa orang pengguna aktif twitter. Berikut data narasumber:
1)                  Nama               : Fajar Tyas Adhytama
Umur                : 25 tahun
Status               : karyawan swasta
            Akun Twitter    : @Fajar_Adhytama
            Narasumber telah memiliki akun Twitter sejak Januari 2010 dan telah memposting tweet sebanyak 4.118 tweets. Narasumber mengatakan menggunakan twitter pada awalnya hanya untuk mengikuti tren saat itu. Ketika twitter sedang marak pengguna di Indonesia narasumber mengatakan sepertinya lebih asik dari media-media sosial yang terlebih dahulu menjadi tren. Namun setelah itu, narasumber mendapatkan hal lain dari twitter, seperti perkembangan isu-isu politik di Indonesia bahkan sampai ruang lingkup kehidupan selebritis. Menyangkut politik, narasumber mengakui telah mengalami perubahan.Yang semulanya apatis menjadi tertarik.Dia juga mengatakan pada pemilihan presiden yang baru saja digelar di Indonesia, banyak mendapat referensi dari akun-akun twitter yang dia follow yang banyak memposting salah satu capres saat itu.Dan narasumber terdorong untuk memilih calon presiden tersebut.
2)                  Nama               : Moch. Mugni Labieb
Umur                : 22 tahun
Status               : Mahasiswa
            Akun Twitter    : @Labiebmugni
            Narasumber telah memiliki akun sejak 3 tahun yang lalu sekitar 2011 dan telah menposting 4,467 tweet, 235 following dan 174 follower. Alasan narasumber menggunakan twitter ? untuk memperbanyak relasi  atau kenalan yang betujuan untuk menambah teman,rekan bisnis,mencari konsumen,upload foto,mengekspresikan keadaan. Narasumber biasa menggunakan twitter sehari bisa sampai 3-7 kali, narasumber membuka twitter dimana saja dan kapan saja. Dari twitter juga narasumber mendapatkan info-info penting ,seperti : seputar bandung. Contoh: lalu lintas bandung, kuliner bandung, jual beli murah,lowongan kerja dll.

KESIMPULAN:
Selama ini yang lebih leluasa melakukan kontruksi atas realitas sosial adalah media massa lewat agenda setting entah dengan memposisikan diri berseberangan dengan penguasa atau justru sebaliknya, bertujuan melanggengkan penguasa. Namun lewat teknologi, khususnya media baru setiap individu atau sekelompok orang bisa melakukan kontruksi realitas sosial.Bahkan individu atau komunitas kecil bisa mengatasnamakan komunitas yang lebih besar.Ini tentu fenomena yang menarik untuk dijadi lebih dalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar